khutbah jum'ah ( kehidupan manusia )
Assalamu'alaikum Wr Wb.
الحَمْدُ للهِ الَّذِى قَدَّرَ الفَنَاءَ عَلَى خَلْقِهِ فَقَضَاهُ . وَحَكَمَ فِيْهِمْ بِعَدْلِهِ فَأَمْضَاهُ . وَيَسَّرَ كُلٌّا لِمَا خُلٍقَ لَهُ فَأَرْضَاهُ . وَأَحَلَّ عِبَادَهُ بِدَارِ المُقَامَةِ . وَأَلبَسَهُمْ بِالرِّضَا وَالْكَرَامَةِ . وَمَتَّعَهُمْ بِالجَنَّةِ . أَشْهَدُ أَنْ لاَإِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيكَ لَهُ . إِلَهًا لاَ إِلَهَ لَنَا سِوَاهُ . وَرَبًّا لاَ نَعْبُدُ إِلاَّ إِيَّاهُ . وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ . اِسْتَخْلَصَهُ وَاصْطَفَاهُ . وَنَبِيٌّ نِ انْتَخَبَهُ وَاجْتَبَاهُ . وَأَيَّدَ بِهِ الحَقَّ وَأَعْلَاهُ . وَأَقَامَ بِهِ العَدْلَ وَأَحْيَاهُ . اللهُمَّ
صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ . وَعَلَى اَلِهِ وَاَصْحَابِهِ وَمَنْ وَالاَهُ . وَسَلِّمْ تَسْلِيمًا كَثِيرًا.
أَمَّا بَعْدُ ؛ فَيَا عِبَادَ اللهِ . اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ . وَاعْلَمُوا أَنَّ الدُّنْيَا قَدْ أَدْبَرَتْ وَأَذِنَتْ بِانْقِلَاعٍ . وَأَنَّ الْآخِرَةَ قَدْ أَقْبَلَتْ وَأَشْرَقَتْ بِاطِّلَاعٍ . فَتَزَوَّدُوا مِنْ دَارِ المُحَالِ إِلَى دَارِ الْمَاَلِ . وَخُذُوا مِنَ الْحَيَاةِ الفَانِيَةِ إِلَى الحَيَاةِ البَاقِيَةِ .
Mari kita selalu memupuk jiwa kita hingga bertaqwa kepada Alloh SWT yang sudah memberi rahmat yang berupah iman dan islam.
Para hadirin yang dimulyakan Alloh
Dikehidupan kita ini ada keganjilan yang kita alami baik disengaja maupun tidak disengaja, kita semua ini sudah mengingkari tentang apa yang sudah didawuhkan didalam al qu’an, padahal disuroh al baqoroh ayat 2 sudah jelas yang berbunyi :
ذَالِكَ الكِتَابُ لاَ رَيْبَ:. فِيْهِ:. هُدًى للمُتَّقِيْنَ
Ini kitab (al-qu’an) tidak ada keraguan sama sekali padanya ,petunjuk bagi orang orang yang bertaqwa.
Apa yang menjadi perkaranya ,yaitu masalah rizqi dan jabatan.
Didawuhkan disuroh al hadid ayat 57
اعْمَلُوا أنَّمَا الحَيَاةُ الدُّنْيَا لَعِبٌ وَلَهْوٌ وَزِنَينَةٌ وَتَفَاخُرٌ بَيْنَكُمْ وَتَكَاَثُرٌ فِى الْأَمْوَالِ وَالْأَوْلاَدِ كَمَثَلِ غَيْثٍ أَعْجَبَ الكُفَّاَرَ نَبَاتُهُ ثُمَّ يَهِيْجُ فَتَرَاهُ مُصْفَرًّا ثُمَّ يَكُونُ حُطَامًا وَفِالأَخِرَةِ عَذَابٌ شَدِيْدٌ وَمَغْفِرَةٌ مِنَ اللهِ وَرِضْوَانٌ وَمَا الحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلاَّ مَتَاعُ الغُرُورِ
Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan sesuatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah megahan antara kamu serta berbangga banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang menghujani tanam tanamanya yang mengagumkan para petani, kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur, dan akhir nanti ada azab yang keras dan ampunan dari Alloh serta keridhoa-Nya dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.
Ayat diatas sudah menjelaskan dengan gamblang, tetapi nyatanya , berapa orang lupa tidak shalat hanya karna repot mencari uang, berapa banyak orang menyakiti hati perasaan tetangganya hanya karna mencari jabatan dan berapa banyak orang tidak zakat karna merasa hartanya hasil jeripayanya bukan amanta dari Alloh SWT.
Para hadirin sholat jum’ah rohimakumulloh
Seperti halnya dengan rizqi dan jabatan semua itu adalah titipan, bukan gelar yang bisa dibuat berbangga diri ,lebih lebih disombongkan.
Didalam suroh al hadid ayat 7 dijelaskan
اَمَنُوا بِاللهِ وَرَسُولِهِ وَأَنْفِقُوا مِمَّا جَعَلَكُمْ مُسْتَخْلِفِيْنَ فِيهِ فَالَّذِيْنَ اَمَنُوا مِنْكُمْ وَاَنْفَقُوا لَهُمْ اَجْرٌ كَبِيْرٌ .
Berimanlah kamu kepada Alloh SWT dan rosul-Nya dan nafkakanlah sebagian dari hartamu yang Alloh telah menjadikan kamu menguasainya, maka orang orang yang beriman diantara kamu dan menafkahkan sebagian dari hartanya akan memperoleh pahala yang besar.
Tetapi nyatanya, dikehidupan kita banyak sekali orang yang menghalalkan berbagai cara hanya untuk mendapatkan uang yang banyak, dimana mana yang namanya amanat itu titiban, yang artinya titiban itu tidak nyaman atau tidak enak contohnya :
“ ketika kita mau bepergian kejakarta tiba tiba kita dimintai oleh tetangga kita untuk membawa barangnya kekerabat yang ada dijakarta, yang barang tersebut berupa kardus yang mana kardus tersebut ada 10 kardus, dan tetangga kita tadi menawari ke kita, bisa bawa 10 kardus ?? kita pasti akan mengatakan tidak bisa, dikarnakan 10 kardus itu berat dan sulit membawanya”.
Para hadirin jama’ah jum’ah yang dimulyakan Alloh
Seperti halnya jabatan, jabatan itu adalah amanat didalam suroh al ahzab sudah dijelaskan :
إِنَّ عَرَضْنَا الآمَنَةَ عَلَى السَّمَاوَاتِ وَالآرْضِ وَالّجِبَالِ فَأَبَينَ أَنْ يَحْمِلْنَهَا وَأَشْفَقْنَ مِنْهَا وَحَمَلَهَا الّإِنْسَانُ إِنَّهُ كَانَ ظَلُومًا جَهُولاً
Sesungguhnya kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi, gunung, maka semua enggan untuk memikul amanat tersebut dan khawatir akan menghianatinya dan dipikulah amanat itu oleh manusia, sesungguhnya manusia itu amat bodoh dan amat dzholim.
Jika kita perhatikan dijaman seperti ini, jabatan sudah menjadi kebutuhan lebih lebih menjadi cita cita, karenanya, kalau orang yang sudah mempunyai jabatan pasti merasa berhasil dan sukses.
Mari kita sama sama berdo’a semoga generasi muda sekarang ini bisa memikul amanat dengan bersungguh sungguh dan jujur bisa dipercaya dan buat orang orang yang sudah terpilih untuk memikul amanat , dinegara kita ini, semoga bisa melaksanakan amanat dengan ikhlash dan jujur dan tidak berhianat kepada masyarakat. Amin yarobbal’alamin
بَارَكَ اللهِ لِى وَلَكُمْ فِى القُرْأَنِ العَظِيْمِ . وَنَفَعَنِى وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الحَكِيمِ . وَتَقَبَّلَ مِنِّى وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ العَلِيْمِ .
khtbah jum'ah bersifat jujur
khutbah jum'ah rezeqi yang halal
khutbah jum'ah " ikhlas"
