الحَمْدُ للهِ الجَمِيْلِ سِرُّهُ ، الجَلِيْلِ قَدْرُهُ ، الوَبِيْلِ ، مَكْرُهُ ، المَقْبُولِ ، أَمْرُهُ الَّذِي استَوى فِى عِلْمِهِ الشَّاهِدُ وَالغَائِبِ ، وَجَرَى بِحُكْمِهِ النَّافِذِ وَالآيِبِ ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيكَ لَهُ ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ ، اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيهِ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ ، وَسَلِّمْ تَسْلِيمًا كَثِيْرًا .
أَمَّا بَعْدُ ؛ فَيَآأَيُّهَا النَّاسُ ، اتَّقُوا اللهَ ، بَادِرُوا عِبَادَ اللهِ فِكَاكَ رُهُونِكُمْ قَبْلَ أَنْ تُزْهَقً . قَالَ اللهُ تَعَالى ؛ وَتَزَوَّدُوا فَإنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَى ، وَاتَّقُونِ يَآأُولِى الأَلْبَابِ .
Ahli jum’ah yang dimulyakan
Sepertinya sudah menjadi hukum alam dan menjadi sunnatullah apabila manusia hidup di alam dunia ini mempunyai sifat yang lazim, yaitu suka berkumpul, bergaul, dan berkenalan antara satu dengan yang lain. Karena berkumpul, bergaul, dan berkenalan mengandung hikmah dan manfaat yang sangat besar bagi perkembangan hidup dan kehidupanipun manusia. Sebab dari perkumpulan dan pergaulan ,manusia bisa mewujudkan pasar pasar, rumah –rumah sakit, tempat tempat pendidikan, tempat tempat ibadah, perusahaan, alat perhubungan, dan lain lain. Lebih lebih dengan lewat berkumpul dan bergaul bisa memudahkan manusia dalam bantu membantu untuk memenuhi kebutuhan hidup,
sandang, pangan, dan pembaktiyan diri kepada Alloh SWT.
Ahli jum’ah yang dimulyakan
Memang didalam hidup bermasyarakat manusia mau tidak mau harus berkumpul, bergaul, dan berhubungan antara satu dengan yang lain. Karena kalu manusia hidup sendiri sendiri pasti kesulitan semua , karna manusia adalah makhluk sosial, makhluk yang selalu bermasyarakat, bergotong royong, tolong menolong, hingga matipun masi tetap membutuhkan bantuan dari yang lain. Karena manusia tersebut tidak mungkin memakai kain kafan sendiri dan masuk keliang kubur sendiri, seperti firman Alloh SWT dalam surah annisa’ ayat 28:
وَخُلِقَ الإِنْسَانُ ضَعِيْفًا " "
Manusia dijadikan bersifat lemah (QS.An-Nisa:28)
Ahli jum’ah yang dimulyakan
Maka dari itu islam memberi garis garis tuntunan yang luhur,seperti yang disebutkan didalam al-Qur’anul karim atau hadits hadits nabawi, manusia mempunyai kewajiban yang mutlakh untuk berusaha supaya hubungan kepada masyarakat agar menjadi baik, tali silaturrahim jangan sampai putus,lebih lebih kepada keluarga.
Para hadirin, untuk membangun satu masyarakat yang sehat, adil, dan makmur yang mana bisa hidup rukun dan damai tentunya setiap anggota masyarakat harus sungguh sungguh menjaga norma norma kesopanan,kesusilaan, dan budi pekerti yang luhur, serta saling menghormati dan menghargai satu sama lain, lebih lebih berperilaku jujur, lurus, dan bisa dipercaya, tidak hanya suka berkata bohong, berdusta terhadap masyarakat, lebih lebih terhadap Alloh SWT.
Ahli jum’ah yang dimulyakan
Jujur yang dimaksud adalah jujur dalam perkataan, jujur dalam perbuatan, jujur dalam tingkah laku, dan jujur dalam keniatan, karena kejujuran menjadi sumbernya kesucian, kebenaran, keadilan, kesentosaan, dan ketentraman di tengah tengah masyarakat. Sebaliknya , apabila tidak jujur, curang, nyeleweng, dan berbohong akan menjadi sumbernya semua kemungkaran, kesesatan, kemaksiatan, kerusakan, kejahatan, dan kekacauan di tengah tengah masyarakat. Oleh karnanya jujur, sekali lagi jujur , harus kita tanam sungguh sungguh didalam hati ,serta kita buktikan dan kita pratikan didalam tingkah laku dan perbuatan, tidak cukup hanya kita berbicara saja, karena dizaman satelit jaman modern ini, banyak sekali orang yang berteriak “ awas copet!!” tetapi dirinya sendiri yang jadi pelakunya , itu adalah yang dinamakan jujur dilisan tetapi tidak jujur dihati, dan juga tidak jujur dalam perbuatan.
وَإِنَّ الكَذِبَ يَهْدِى إِلَى الفُجُورِ ، وَإِنَّ الفُجُورَ يَهْدِى إِلَى النَّارِ (متفق عليه)
Dan sesungguhnya kebohongan (kepalsuan, ketidak jujuran) itu menunutun kepada laku dosa, dan sesungguhnya laku dosa itu menunutun kepada api neraka.
أَرْبَعٌ مَنْ كُنَّ فِيهِ كَانَ مُنَافِقًا خَلِصًا ، وَمَنْ كَانَتْ فِيهِ خَصْلَةٌ مِنْهُنَّ كَانَتْ فِيهِ خَصْلَةٌ مِنَ النِّفَاقِ حَتَّى يَدَعَهَا ؛ إِذَا حَدَّثَ كَذَبَ ، وَإِذَا وَعَدَ أَخْلَفَ ، وَإِذَا عَاهَدَ غَدَرَ ، وَإِذَا خَاصَمَ فَجَرَز. (منفق عليه)
baca juga : khutbah jum'at singkat ( akhlak yang luhur )
khutbah jum'ah " ikhlas"
khutbah ke-2 (do'a khutbah)
Ada empat perkara, barang siapa terdapat pada dirinya empat perkara tersebut, maka ia betul betul seorang munafik. Empat perkara itu yauitu:
1. Apabila berbicara berdusta
2. Apabila berjanji ia menghianati
3. Apabila berjanji ia menghianati
4. Apabila berbantah ia tegang urat leher.
Ahli jum’ah yang dimulyakan
Puncaknya sifat munafik yaitu tegang urat leher, berkepala batu, artinya mendahulukan kemenanga atas dirinya tanpa mendahulukan kesopanan dan prikemanusiaan sama sekali. Semua sifat munafik tersebut sumbernya dari sifat tidak jujur dan tidak dapat dipercaya.
Mari kita berbuat jujur, sifat jujur yang bisa menjiwai kaum muslimin supaya mengamalkan ajaran ajaran agama islam yang semestinya, yang bisa nutun orang orang berharta yang membelanjakan hartanya dijalan yang diridhoi oleh Alloh SWT.
Maka dari itu marila kita sama sama meminta kepada Alloh SWT ,semoga kita semua ditakdir menjadi manusia yang selalu berbuat jujur, adil, dan bijaksana, supaya kita kelak diberi kenyamanan disisi Alloh SWT. Amin.
جَعَلَنَا اللهُ وَإِيَّاكُمْ مِنَ الفَآئِزِيْنَ الآمِنِيْنَ ، وَأَدْخَلَنَا وَإِيَّاكُمْ فِى زُمْرَةِ المُوَحِّدِينَ ، وَقُلْ رَبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَأَنْتَ خَيرُ الرَّاحِمِيْنَ.
